--> Skip to main content
Jenis Konjungsi Pengertian dan Penjelasanya
Penulis Choirul Umam

Jenis Konjungsi Pengertian dan Penjelasanya

Konten [Tampil]

Jenis Konjungsi Pengertian dan Penjelasanya

Jenis Konjungsi Pengertian dan Penjelasanya

Pengertian Konjungsi

Kata Konjungsi – Secara umum, kata konjungsi sering diartikan sebagai kata hubung atau penghubung. Konjungsi sering kita gunakan dalam keseharian kita, baik dalam percakapan santai maupun serius. Meskipun terlihat sepele, kata hubung memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam tata bahasa Indonesia.

Lalu, apakah anda tahu definisi atau makna kata hubung sebenarnya? Dan bagaimana perannya dalam keseharian kita? Sebelumnya, mari kita bahas definisi dari kata hubung terlebih dahulu.

Dalam KBBI (Andas Besar Bahasa Indonesia), konjungsi atau kata hubung didefinisikan sebagai kata atau ungkapan penghubung antar kata, antar frasa, antar kalusa, dan antar kalimat. Maka dapat kita simpulkan bahwa konjungsi adalah penghubung antar kata sampai antar kalimat.

Sebelum pembahasan kita lebih jauh lagi mengenai kata hubung, mari kita pahami terlebih dahulu makna dari kata, klausa, dan kalimat.

KATA
Menurut KBBI, kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Dalam sebuah kalimat, kata merupakan salah satu unsur terkecil.

Kata terbentuk dari beberapa huruf yang terangkai untuk menciptakan makna tertentu. Contoh dari kata sederhana yang sering kita gunakan adalah tidur, bekerja, belajar, dan masih banyak lagi.

KLAUSA
Terkadang kita sulit untuk membedakan klausa dan kalimat. Namun, bila kita telah memahami makna dan fungsinya, kita dapat membedakan keduanya dengan mudah. Klausa merupakan satuan gramatikal yang berupa kelompok dari kata, terdiri atas sekurang-kurangnya subjek dan predikat yang akan berpotensi menjadi kalimat. Klausa yangs sering kita temui dalam kehidupan sehari – hari contohnya Nenek sedang makan.

Dalam klausa tersebut terdiri dari satu subyek (nenek) dan satu predikat atau kata kerja (sedang makan). Dalam susunannya, klausa lebih pendek atau singkat dibandingkan kalimat. Dalam sebuah klausa hanya terdiri dari subyek dan predikat.

KALIMAT
Berdasarkan KBBI, kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Klausal lebih sederhana dan tidak sekomplek kalimat.

Kalimat terdiri dari subyek, predikat, obyek, dan keterangan (baik keterangan tempat, waktu dan sebagainya). Tidak menutup kemungkinan pula bila terdapat sebuah klausa dalam sebuah kalimat.

Jenis Konjungsi Beserta Penjelasanya

Konjungsi memiliki jenis yang bervariasi. Konjungsi dapat dikelompokkan menjadi lima, yakni konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antar kalimat, dan yang terakhir adalah konjungsi antar paragraph. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas kelima konjungsi tersebut secara rinci dan jelas.
  1. Konjungsi waktu: sebelum, setelah itu, kemudian sesudah, setelah, lalu
  2. Konjungsi gabungan: dengan serta, dan
  3. Konjungsi pembatasan: asal, selain kecuali
  4. Konjungsi tujuan: supaya, agar, untuk
  5. Konjungsi persyaratan: asalkan, bilamana, apabila jika, jikalau, apabila, bila
  6. Konjungsi perincian: adalah, yaitu, antara lain, yakni, ialah
  7. Konjungsi sebab-akibat: akibat, akibatnya, sehingga, karena, sebab
  8. Konjungsi pertentangan: namun, melainkan, sedangkan, akan tetapi, tetapi
  9. Konjungsi pilihan: atau
  10. Konjungsi penguatan/penegasan: hanya, lagi pula, itu pun, apalagi, bahkan
  11. Konjungsi penjelasan: bahwa
  12. Konjungsi perbandingan: serupa, ibarat, bagai, seperti
  13. Konjungsi penyimpulan: jadi, dengan demikian oleh sebab itu, oleh karena itu

Contoh Konjungsi

Contoh Konjungsi Koordinatif
  • Ibu sedang memasak di dapur dan Andi sedang mengerjakan tugas sekolah di kamarnya.
  • Ayah sedang bekerja di kantor, sedangkan ibu sedang memasak di rumah.
  • Aku sebetulnya sempat bertemu dengannya, tetapi aku tak sempat berbincang-bincang dengannya karena dia terlihat sedang buru-buru.
  • Restoran itu menyediakan dua area makan, sehingga pengunjung bisa memilih apakah mereka makan di area yang terdiri atas meja dan kursi atau di area yang lebih lesehan.
  • Pak Johan bukanlah direktur perusahaan tersebut, melainkan hanya seorang manajer yang baru dipromosikan oleh direkturnya sebulan yang lalu.


Contoh Konjungsi Korelatif
  • Baik aku maupun dia sama-sama saling mengenal sejak lama.
  • Entah tahu entah tidak, dia ternyata punya suatu bakat yang masih terpendam dalam dirinya.
  • Jangankan untuk membeli emas, membeli sepiring nasi rame pun aku tak sanggup.
  • Kerusuhan itu bukan hanya terjadi di tahun ini saja, melainkan sejak beberapa tahun yang lalu.
  • Stadion itu telah direnovasi sedemikian rupa, sehingga stadion itu menjadi lebih megah dan nyaman.


Contoh Konjungsi Subordinatif
  • Aku tidak akan menyesal seperti ini jika waktu itu aku tidak salah memilih keputusan.
  • Dia berujar kepadaku bahwa dia sudah menyukaimu sejak lama.
  • Tutur katanya begitu halus bagaikan kapas yang membelai kulit ini.
  • Dia adalah orang yang tengah cari-cari oleh polisi selama ini.
  • Tubuhnya begitu harum laksana bunga yang menyembulkan wewangiannya.


Contoh Konjungsi Antarkalimat.
  • Membuang obat kedaluwarsa sembarangan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Dengan demikian, sebaiknya kita tidak membuang obat kedaluwarsa secara sembarangan karena akan menibulkan dampak negatif bagi lingkungan.
  • Sepulang sekolah, Tara langsung berangkat ke tempat les yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Kemudian, setelah selesai les, Tara pun langsung ke sekolah adiknya untuk menjemput sang adik pulang sekolah.
  • Konser musik itu ditonton sekitar puluhan ribu orang. Bahkan, sejumlah media mengatakan bahwa acara musik itu telah dironton oleh ratusan ribu orang dari berbagai daerah dan negara.
  • Aku sebenarnya ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Sayangnya, kesempatan itu masih belum datang juga hingga saat ini.
  • Tim futsal kami kalah telak di partai final kemarin. Walapun begiu, kami tetap bangga karena pertandingan kemarin merupakan kali pertama tim kami memasuki babak final.

&
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar